Profil Masjid Raden Patah UB

PROFIL MASJID RADEN PATAH

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

 

Historis & Filosofis

Penamaan Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (MRP UB) didasarkan atas usulan pengurus masjid sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Patah. Raden Patah adalah raja Islam pertama di tanah Jawa yang merupakan putra dari Prabu Brawijaya Kertabumi. Pada mulanya MRP UB yang didirikan di atas lahan yang kecil pada tahun 1975 hanya mampu menampung +200 jamaah.

Pada masa kepemimpinan Rektor Prof. Harsono, Universitas Brawijaya mendapatkan tawaran bantuan pembangunan masjid dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. MRP UB akhirnya terbangun dan mampu menampung ­+2.000 jamaah. Seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun, maka dilakukan perluasan areal masjid serta penambahan fasilitas-fasilitas penunjang.

Sejak era kepemimpinan Rektor Prof. Yogi Sugito, MRP UB dipugar total, dimana bangunan lama diratakan dan dimulai pembangunan masjid yang baru dengan arsitektur bergaya Majapahit. Bangunan masjid ini dirancang oleh Ir. Ali Sukirno, dosen senior Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pembangunan masjid dimulai pada tahun 2010 dengan total anggaran yang direncanakan sebesar Rp 43 Milyar. Pada tanggal 4 Juni 2014, bangunan baru MRP UB di lantai dasar dan ruang utama, secara resmi digunakan kali pertama untuk rutinitas ibadah. Sementara penyelesaian bangunan masjid terus berlanjut.

Secara umum pembangunan masjid telah berlangsung selama 8 (delapan) tahap yang setara dengan 8 (delapan) tahun. Di masa kepemimpinan Rektor Prof. Mohammad Bisri, penyelesaian masjid direalisasikan tiap tahun anggaran dan bersumber sepenuhnya dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan demikian seluruh proses pembangunan kembali MRP UB tidak menggunakan dana APBN maupun donatur.

Sampai tahun 2018 pembangunan telah menelan anggaran mencapai Rp 39 Milyar. Luas bangunan MRP UB seluruhnya mencapai 6.830 m2 dengan kapasitas dapat menampung maksimal 4.500 jamaah pada kegiatan sholat dan mencapai lebih dari 7.000 jamaah untuk kegiatan pengajian.

Sesuai dengan landasan historis dan filosofis tersebut, MRP UB menggagas sebuah konsep masjid yang menghargai keragaman dalam khazanah pemikiran Islam, memajukan dakwah yang dapat menebar semangat ukhuwah dengan memperhatikan unsur-unsur kearifan lokal. Hal ini terkandung pula dalam logo MRP UB yang terinspirasi dari bentuk “gunungan” dalam pewayangan. Pemilihan pola ini sebagai bagian dari unsur kearifan lokal yang turut menjiwai spirit penyebaran dan pengembangan peradaban Islam, khususnya di tanah Jawa. Gunungan secara tradisional dimaknai sebagai pintu atau “al baab” dalam Bahasa Arab. Berikut adalah penjelasan mengenai logo sebagaimana dimaksud:

 

  • Bentuk gunungan merupakan simbol pintu ilmu dan amal. Dalam hal ini fungsi masjid adalah menjadi pembuka bagi ilmu, di mana ilmu merupakan pembuka bagi amal. Al Bukhari berkata, “Al ‘Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali (Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat)“. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah SWT: “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasannya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad [47]: 19).
  • Pemilihan warna tosca dalam logo masjid merupakan gabungan antara warna hijau dan biru. Warna hijau terinspirasi dari para penduduk surga yang digambarkan Allah SWT mengenakan pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal (Surah Al-Kahfi [18]: 31). Selain itu hijau juga adalah warna kegemaran Rasulullah SAW. Kubah Masjid Nabawi sendiri berwarna hijau. Sedangkan warna biru terinspirasi dari warna utama Universitas Brawijaya yang melambangkan sifat universal dan modernitas. Sehingga diharapkan Masjid Raden Patah menjadi pusat syiar Islam yang universal sesuai dengan semangat rahmatan lil ‘alamin.
  • Dalam simbol gunungan terdapat tulisan “masjid raden patah” dalam aksara Arab yang ditulis secara kaligrafis. Tulisan tersebut sesuai pola gunungan yang merupakan bentuk pintu, maka disusun secara kembar sebagaimana filosofi pintu ilmu dan pintu amal.
  • Pada bagian bawah logo terdapat tulisan “Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya” yang menunjukkan identitas sebagai masjid kampus yang turut mengemban fungsi tri dharma perguruan tinggi sebagai ciri khas masyarakat ilmiah (sivitas akademika), yakni: pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

< logo mrp ub png | logo masjid raden patah ub | logo ub | logo vector mrp | logo mrp ub highres | logo raden fatah ub | logo mrp malang >

logo mrp ub

Gambar 1. Logo Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (MRP UB)

DOWNLOAD LOGO MASJID RADEN PATAH UNIVERSITAS BRAWIJAYA VERSI CDR DISINI & VERSI PNG DISINI 

 

Visi dan Misi

Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya memiliki visi: “menjadi masjid kampus yang memajukan peradaban dengan berbasis pada pengembangan insani serta intelektualitas Islami”. Untuk mencapai visi tersebut, dirumuskan misi sebagai berikut:

  • Mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam bingkai Islam yang berperadaban.
  • Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan kemahasiswaan dan kemasyarakatan.
  • Menjadikan masjid sebagai tempat rekreasi rohani jamaah.
  • Menjadikan masjid sebagai tempat merujuk berbagai persoalan keumatan.
  • Menjadikan masjid sebagai pesantren dan pusat studi yang bersahabat bagi mahasiswa dan masyarakat.
  • Membangun dan menggerakkan pemikiran Islami yang rahmatan lil ‘alamin baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Sarana dan Prasarana

Bangunan MRP UB secara keseluruhan terdiri dari:

  1. Lantai dasar (basement) dengan luas mencapai 850 m2 digunakan untuk kegiatan kajian ke-Islaman. Disamping juga untuk menampung jamaah sholat Jumat setelah ruang utama dan lantai 2. Pada lantai ini juga terdapat ruang perkantoran, ruang rapat, ruang kuliah dan perpustakaan, serta tempat wudhu untuk jamaah putri.
  2. Lantai utama seluas 250 m2 digunakan untuk shalat berjamaah lima waktu, shalat Jumat dan pengajian umum. Pada lantai ini juga terdapat ruang Ketua Takmir, ruang pertemuan, ruang jamuan, tempat wudhu jamaah putra, dan fasilitas perkantoran.
  3. Lantai 2 seluas 730 m2 digunakan untuk shalat Jumat yang juga dilengkapi dengan ruang kelas untuk perkulihan matakuliah Agama Islam.
  4. Menara masjid setinggi 72 meter, yang dilengkapi dengan lift untuk menuju ke lantai 12. Menara ini berfungsi sebagai media gardu pandang untuk melihat UB dan lingkungan sekitar. Pada bangunan puncak dari menara, nantinya akan dilengkapi dengan teropong untuk media pengamatan benda-benda angkasa dan sekaligus sebagai sarana pengembangan ilmu astronomi Islam.

Selain bangunan utama masjid tersebut, MRP UB juga menyediakan fasilitas umum untuk keperluan para jamaah, seperti toilet, kamar mandi. Pengembangan masjid ke depannya akan memaksimalkan penggunaan bangunan area bawah menara untuk minimarket, cafeteria syariah, serta ruang lembaga zakat, infaq, dan shadaqah.

Guna menunjang pemanfaatan seluruh bangunan masjid di masing-masing lantai, telah dilengkapi pula berbagai fasilitas seperti layar LCD, televisi LED untuk media penyebaran informasi. MRP UB juga memiliki fasilitas live streaming untuk mempublikasikan seluruh kegiatan masjid dengan dukungan audio visual yang berkualitas.

Sumberdaya Manusia Masjid

Sebagai masjid kampus, MRP UB didukung oleh potensi sumberdaya manusia dengan karakter intelektualitas yang kuat. Secara garis besar hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Dewan pengurus yang terdiri dari dosen dan karyawan Universitas Brawijaya sebanyak 59 orang mulai dari unsur pimpinan sampai staf di lingkungan universitas yang mewakili semua unit kerja baik fakultas maupun badan atau lembaga.
  • Dewan penasehat yang tediri dari dosen dan karyawan Universitas Brawijaya sebanyak 31 orang yang mewakili unsur pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua program, ketua lembaga, dan kepala biro.
  • Dewan pengawas yang terdiri dari dosen Universitas Brawijaya sebanyak 10 orang yang berasal dari unsur pimpinan universitas dan perwakilan fakultas.
  • Dewan pakar yang terdiri dari dosen Universitas Brawijaya sebanyak 22 orang yang berasal dari para guru besar dan cendekiawan muslim dengan keterwakilan menurut bidang-bidang keilmuan.
  • Staf teknis dan operasional sebanyak 8 orang dengan kualifikasi dalam bidang kesekretariatan dan peribadatan.
  • Jumlah mahasiswa aktif sebanyak 60.393 orang (data per Januari 2015) yang berdampak pada tingginya jumlah dan minat mahasiswa untuk memanfaatkan masjid sebagai media pembelajaran dan penguatan kerohanian melalui berbagai aktivitas terkait.

 

Kegiatan Masjid

Berbagai kegiatan berskala lokal, nasional dan internasional telah dilaksanakan sepanjang 4 (empat) tahun terakhir baik bersifat rutin maupun insidental, antara lain:

  • Program baca dan tulis al-Qur’an bagi mahasiswa, yang bekerjasama dengan dosen-dosen Pendidikan Agama Islam.
  • Kajian Islam Tematik menjelang Maghrib (KISMALA), yang telah menghadirkan pembicara dari dalam kampus maupun ulama terkemuka nasional, diantaranya: Ustadz Yusuf Mansur dan Ustadz Abdul Somad.
  • Kajian harian setelah Maghrib.
  • Dzikir Jama’iy dan Pengajian setelah Isya.
  • Kajian Islam Wanita Sholehah (KISWAH).
  • Kuliah Tujuh Menit (KULTUM) Dzuhur yang telah menghadirkan pembicara seperti: Syaikh Abdurrahman al-Ausy dari Makkah, Prof. Dr. Said Agil Husin al Munawwar, Syaikh Muhammad Jaber, K.H. Syarif Rahmat, Ustadz Subkhi al Bughuri, Ustadz Ahmad Alhabsy, dan lain-lain
  • Pengajian Umum dalam Peringatan hari-hari besar Islam, seperti Nuzulul Qur’an, Isra’ Mi’raj, termasuk pula hari-hari nasional yang menandai sejarah perjalanan bangsa. Beberapa pembicara yang pernah hadir diantaranya: Prof. Dr. Moh. Mahfud M.D., Dr. K.H. Haedar Nashir, dan Ustadz Salim A. Fillah.
  • Tuan Rumah penyelenggaraan MTQ Mahasiswa Nasional XV tahun 2017 di Universitas Brawijaya. Beberapa kegiatan diselenggarakan di MRP UB dan pada momentum ini telah dipecahkan rekor nasional MURI yaitu khotmil Qur’an selama 7 hari non stop.
  • Tuan Rumah penyelenggaraan konferensi internasional “Islamic Prosperity Education Based on Rahmatan Lil’Alamiin”, bekerjasama dengan Dewan Pengurus Nasional FORDEBI (Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam) yang telah menghadirkan para ahli ekonomi Islam dari mancanegara.
  • Bazar Ramadhan, Sarasehan dan Pelatihan Takmir Masjid se-Malang Raya, Festival Anak Sholeh, Distribusi sembako bagi kaum dhuafa, Penyaluran hewan qurban, dan kegiatan lain yang bersinergi dengan Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya.

 

< logo mrp ub png | logo masjid raden patah ub | logo ub | logo vector mrp | logo mrp ub highres | logo raden fatah ub | logo mrp malang | masjid raden patah >

adminProfil Masjid Raden Patah UB